Stefra Logo Stefra
Semua Artikel Tips Bisnis

Berapa Komisi yang Diambil Booking.com dari Hotel Kamu? Hitung Sendiri

· 3 menit baca
komisi booking.com hotel biaya OTA hotel Indonesia cara kurangi komisi OTA direct booking hotel Jogja
Berapa Komisi yang Diambil Booking.com dari Hotel Kamu? Hitung Sendiri

Setiap kali tamu memesan kamar hotel kamu lewat Booking.com, ada potongan yang langsung keluar dari pendapatanmu sebelum uangnya sampai ke tanganmu. Banyak pemilik hotel yang tahu ini, tapi jarang yang benar-benar menghitung berapa totalnya dalam setahun.

Artikel ini membantu kamu menghitung angka pastinya, supaya keputusan bisnis yang kamu ambil berdasarkan data nyata, bukan perkiraan.

Berapa Persen Komisi Booking.com?

Berdasarkan dokumentasi resmi dan analisis industri perhotelan, Booking.com mengenakan komisi antara 10% hingga 25% dari nilai setiap reservasi, dengan rata-rata global sekitar 15%.

Angka ini tidak tetap untuk semua hotel. Beberapa faktor yang mempengaruhinya:

  • Lokasi properti — hotel di destinasi wisata populer cenderung diberi rate komisi berbeda

  • Participation program — bergabung dengan Preferred Partner Programme menambah 3–5% di atas komisi dasar, tapi posisi kamu di hasil pencarian naik

  • Metode pembayaran — kalau kamu menggunakan Payments by Booking.com, ada biaya tambahan 1,1% hingga 3,1% per transaksi tergantung negara dan mata uang

Apa Saja yang Kena Komisi?

Komisi dihitung dari total nilai reservasi yang dibayarkan tamu saat booking, termasuk harga kamar, biaya cleaning (kalau ditambahkan saat booking), biaya tamu tambahan, dan biaya hewan peliharaan. Yang tidak termasuk adalah pajak lokal dan city tax.

Kalkulator: Berapa yang Kamu Bayarkan Per Tahun?

Coba hitung dengan angka nyata propertimu:

Rumus sederhana:

Pendapatan dari Booking.com per bulan × % komisi × 12 = total komisi per tahun

Contoh untuk hotel kecil di Jogja:

  • 10 kamar × rata-rata Rp 300.000/malam × 60% occupancy = Rp 54.000.000/bulan dari Booking.com

  • Komisi 18% = Rp 9.720.000 per bulan

  • Per tahun: Rp 116.640.000

Lebih dari Rp 100 juta per tahun hanya untuk komisi satu platform OTA. Kalau kamu juga terdaftar di Agoda, Traveloka, dan Expedia, total biaya distribusi bisa mencapai 20–30% dari seluruh pendapatan kamarmu.

Kenapa Ini Penting untuk Diketahui?

Data dari analisis industri perhotelan 2026 menunjukkan bahwa setiap reservasi langsung (direct booking) menghasilkan margin keuntungan 9–10% lebih tinggi dibandingkan reservasi yang masuk lewat OTA. Untuk properti dengan 30 kamar yang rata-rata kamarnya $130 per malam dan occupancy 65%, menggeser 25% reservasi ke direct booking bisa menghemat sekitar $14.600 per tahun hanya dari selisih komisi.

Ini bukan berarti kamu harus keluar dari Booking.com. OTA tetap punya nilai: visibilitas ke tamu baru yang belum mengenal propertimu. Persoalannya adalah proporsi. Terlalu bergantung pada OTA berarti kamu membangun bisnis di atas platform yang aturannya bisa berubah kapan saja, dengan margin yang semakin tipis setiap tahun.

Langkah Pertama: Audit Komposisi Reservasimu

Sebelum mengambil langkah apapun, ketahui dulu berapa persen reservasimu yang datang dari OTA vs direct. Kalau lebih dari 70% reservasi masuk dari OTA, itu tanda bahwa ada ketergantungan yang perlu mulai dikurangi secara bertahap.

Langkah konkret yang bisa dimulai:

  • Pastikan tamu yang sudah menginap tahu cara memesan langsung (website, WhatsApp, telepon)

  • Berikan insentif kecil untuk direct booking: harga sedikit lebih murah, late checkout, atau sarapan gratis

  • Bangun website hotel dengan sistem pemesanan sendiri sebagai alternatif OTA

Artikel berikutnya akan membahas lebih dalam perbandingan antara OTA dan direct booking: mana yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang, dan bagaimana hotel kecil di Jogja bisa mulai menggeser komposisi reservasinya.


Sumber

  1. Preno — What Commission Rates Does Booking.com Charge Hotels?

  2. Lodgify — Booking.com Fees: How Much Does it Cost to List on Booking?

  3. Heads on Pillows — Direct Booking vs OTA in 2026: Commission Rates, Costs & Strategy Guide

  4. BPS Indonesia — Tingkat Penghunian Kamar pada Hotel Bintang

S

Ditulis oleh Tim Stefra

Stefra adalah software house berbasis di Yogyakarta yang mengerjakan website dan aplikasi untuk bisnis di seluruh Indonesia. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman langsung mengerjakan project digital untuk UMKM, startup, dan perusahaan.

Konsultasi dengan tim kami →

Siap mulai project kamu?

Konsultasi gratis via WhatsApp, kami bantu rekomendasikan solusi yang paling sesuai kebutuhan dan budget kamu.

Chat WhatsApp