Stefra Logo Stefra
Semua Artikel Tips Bisnis

Owner Hotel Wajib Pantau 5 Angka Ini Setiap Hari

· 3 menit baca
KPI hotel harian metrik bisnis hotel RevPAR occupancy rate hotel laporan harian hotel pemilik
Owner Hotel Wajib Pantau 5 Angka Ini Setiap Hari

Banyak pemilik hotel yang mengelola bisnis berdasarkan intuisi: terasa ramai berarti baik, terasa sepi berarti perlu promosi. Tapi intuisi tidak bisa mendeteksi masalah kecil yang menggerus keuntungan secara perlahan, dan tidak bisa memberi peringatan dini sebelum masalah kecil menjadi besar.

Lima angka berikut ini adalah fondasi pengambilan keputusan berbasis data untuk hotel kecil. Tidak butuh software mahal untuk memantaunya, tapi butuh disiplin untuk mengeceknya setiap hari.

Angka 1: Occupancy Rate (Tingkat Hunian)

Occupancy rate adalah persentase kamar yang terisi dari total kamar yang tersedia pada hari itu.

Rumus: (Jumlah kamar terisi ÷ Total kamar tersedia) × 100

Contoh: Hotel dengan 20 kamar, 14 terisi = occupancy rate 70%.

Menurut AltexSoft, occupancy rate adalah indikator utama seberapa efektif kamu menjual kapasitas kamar yang tersedia. Pantau ini harian untuk mendeteksi pola: apakah weekday selalu lebih rendah? Apakah ada periode tertentu yang tiba-tiba drop?

Angka 2: ADR (Average Daily Rate)

ADR adalah rata-rata harga kamar yang berhasil dijual pada hari itu.

Rumus: Total pendapatan kamar ÷ Jumlah kamar yang terjual

ADR harus dipantau berdampingan dengan occupancy rate. Occupancy tinggi tapi ADR rendah artinya kamu mengisi kamar dengan cara mendiskon terlalu agresif. Sebaliknya, ADR tinggi tapi occupancy rendah mungkin menandakan harga perlu disesuaikan.

Angka 3: RevPAR (Revenue Per Available Room)

RevPAR adalah satu angka yang menggabungkan occupancy dan ADR sekaligus, sehingga memberikan gambaran lengkap tentang performa pendapatan.

Rumus: ADR × Occupancy Rate, atau Total pendapatan kamar ÷ Total kamar tersedia

Menurut Priority Software, RevPAR sebaiknya dipantau harian, bukan hanya bulanan, untuk mendeteksi kesalahan pricing secara cepat sebelum berdampak pada keseluruhan bulan.

Misalnya: Hotel 20 kamar, ADR Rp 300.000, occupancy 70% = RevPAR Rp 210.000. Artinya setiap kamar tersedia (terisi atau tidak) menghasilkan rata-rata Rp 210.000 per malam.

Angka 4: Reservasi Masuk Hari Ini

Pantau berapa reservasi baru yang masuk setiap hari, dari saluran mana (OTA mana, direct, walk-in), dan untuk tanggal menginap kapan. Angka ini membantu kamu memahami pola booking window (berapa jauh sebelumnya tamu memesan) dan efektivitas masing-masing saluran reservasi.

Kalau reservasi untuk dua minggu ke depan tiba-tiba sepi, kamu masih punya waktu untuk mengambil tindakan: promosi, penyesuaian harga, atau outreach ke database tamu lama.

Angka 5: Pembatalan Hari Ini

Cancellation rate yang tinggi adalah tanda bahaya yang sering diabaikan. Setiap pembatalan berarti kamar yang harus diisi ulang, dan waktu yang terpakai untuk memproses administrasi.

Pantau dari saluran mana pembatalan paling banyak datang. Kalau pembatalan terbanyak dari OTA tertentu, ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengevaluasi kebijakan harga atau promo di platform tersebut.

Data dari Cloudbeds via Lighthouse menunjukkan cancellation rate OTA rata-rata 21,8% vs direct booking hanya 10,6%. Mengetahui angka ini untuk propertimu sendiri membantu kamu mengambil keputusan distribusi yang lebih tepat.

Cara Memantau Tanpa Sistem Mahal

Kalau belum punya PMS atau dashboard terintegrasi, kelima angka ini bisa dipantau dengan spreadsheet sederhana yang diisi setiap pagi. Yang terpenting adalah konsistensi: data yang dikumpulkan setiap hari selama tiga bulan jauh lebih berharga dari data yang lengkap tapi hanya ada untuk satu bulan.

Sistem PMS yang baik akan menampilkan kelima angka ini secara otomatis di dashboard, tanpa perlu menghitung manual. Ini salah satu alasan migrasi ke sistem digital memberikan nilai yang cepat terasa.


Sumber

  1. AltexSoft — RevPAR, Occupancy Rate, ADR, and Other Hotel Metrics

  2. Priority Software — 15 Hotel Performance Metrics & KPIs in 2026

  3. GoAudits — Hotel KPIs: Essential Metrics to Track Hotel Operations

  4. Lighthouse — Direct Bookings vs. OTAs: A Practical Guide for Independent Hotels

S

Ditulis oleh Tim Stefra

Stefra adalah software house berbasis di Yogyakarta yang mengerjakan website dan aplikasi untuk bisnis di seluruh Indonesia. Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman langsung mengerjakan project digital untuk UMKM, startup, dan perusahaan.

Konsultasi dengan tim kami →

Siap mulai project kamu?

Konsultasi gratis via WhatsApp, kami bantu rekomendasikan solusi yang paling sesuai kebutuhan dan budget kamu.

Chat WhatsApp